Investasi Reksa Dana & Deposito

Reksadana adalah instrumen yang sangat berguna untuk menunjang terciptanya financial goal. Pilih penyedia reksadana terbaik yang sudah memiliki reputasi tinggi.

Pilih Reksa Dana Investasi Lainnya

Hitung Kalkulasi Investasi Anda

  • Modal Investasi Kecil
  • Dukungan Manajer Investasi
  • Return Investasi Tinggi
  • Bersih dari Pajak
  • Fleksibel
  • Diawasi oleh OJK
  • Minim Resiko
  • DLL

Untuk mengetahui lebih jelas cara menghitung bunga deposito,kamu bisa menyimak contoh kasusnya di bawah ini.

Nasabah bank ABC menyimpan uang sebesar Rp200.000.000 dengan jangka waktu 12 bulan. Besaran bunga deposito adalah 2%. Perhitungan untuk suku bunga depositonya adalah sebagai berikut.

2% x Rp200.000.000 x 365 hari/365 = Rp4.000.000. Jadi nasabah tersebut akan mendapatkan bunga per tahun sebesar Rp4.000.000. Apabila penyimpanannya tidak sampai satu tahun, kamu hanya perlu membagi total jangka waktu dengan total hari dalam satu tahun.

Berapa Pajaknya?

Untuk besaran pajaknya, kamu bisa menggunakan rumus keuntungan bunga deposito dikalikan tarif pajak. Misalnya saja, kamu menyetorkan uang sebesar Rp10.000.000. Jangka waktu deposito ini adalah enam bulan dengan suku bunga sebesar 5%. Pengurangan pajaknya yang ditanggung sekitar 20% maka perhitungannya adalah sebagai berikut.

= (Rp10.000.000 x 5% x 180 hari) : 365 hari

=  Rp90.000.000 : 365 hari 

= Rp246.575

Dari keuntungan bunga deposito di atas, perhitungan pajaknya adalah Rp246.575 x 20% = Rp49.315. Keuntungan bersih dari deposito sebesar Rp10.000.000 untuk jangka waktu 6 bulan dengan suku bunga 5 % adalah sebagai berikut.

= Rp10.000.000 + (Rp246.575 – Rp49.315)

= Rp10.000.000 + Rp197.260

= Rp10.197.260

Faktor yang Memengaruhi Suku Bunga Deposito

Ada beberapa faktor yang memengaruhi naik turunnya suku bunga deposito. Ada faktor internal hingga eksternal yang bisa disimak di bawah ini.

1. LDR: Yaitu singkatan untuk loan to deposits ratio, yakni penggambaran perbandingan uang yang dipinjam dengan jumlah deposito yang dimiliki bank. Uang deposito oleh bank akan diputar dalam bentuk kredit maupun KTA.

Dari sinilah bank memperoleh keuntungan yang juga digunakan untuk memberikan bunga pada nasabah deposito. Apabila jumlah uang yang dipinjamkan lebih besar dari deposito, bank kekurangan dana. Apabila deposito cenderung lebih banyak, bank akan menurunkan suku bunganya, begitu pun sebaliknya.

2. ROA: ROA juga dibutuhkan dalam memperhitungkan suku bunga. ROA sendiri adalah return on asset, yakni rasio untuk mengukur manajemen bank dalam mendapatkan profit secara keseluruhan. Jika ROA tinggi, besar pula keuntungan yang diperoleh bank. Hal ini akan berpengaruh pada suku bunga deposito yang turut meningkat.

3. CAR: Capital Adequacy Ratio adalah rasio untuk mengukur kecukupan modal bank dalam menunjang aktiva yang menghasilkan risiko. Menurut Bank Indonesia, CAR yang harus dimiliki bank minimal sebesar 8%. Jika kurang dari angka tersebut, hal ini akan berpengaruh negatif terhadap suku bunga deposito.

4. Inflasi: Inflasi juga memengaruhi suku bunga deposito. Jika tingkat inflasi meningkat, suku bunga deposito juga ikut naik. Inflasi sendiri dipengaruhi oleh perkembangan perekonomian suatu negara.

5. Likuiditas Ekonomi: Likuiditas ekonomi adalah jumlah uang beredar dalam suatu negara. Perkembangannya memiliki pengaruh positif sehingga jika suku bunga meningkat, likuiditas ekonomi juga tinggi.

6. Kebutuhan Dana: Kebutuhan dana bank memengaruhi suku bunga karena bank mengalami situasi kekurangan dana. Jika peminjaman rendah, suku bunga akan turun, begitu pun sebaliknya.

7. Persaingan Bank: Ada banyak bank yang menawarkan produk serupa. Salah satu cara menarik nasabah adalah dengan memberikan suku bunga yang tinggi. Selain itu, jangka waktu penyimpanan uang di bank serta kebijakan pemerintah turut andil dalam memengaruhi suku bunga.