Saham Suspend: Sanksi dan Faktor yang Memengaruhinya

Saham suspend merupakan saham yang dihentikan untuk sementara oleh pihak Bursa Efek Indonesia untuk kurun waktu tertentu. Imbas dari suspensi ini menyebabkan investor tidak bisa menjual maupun membeli saham hingga pemberitahuannya dicabut oleh pihak BEI.

Kamu yang masih pemula dalam trading saham wajib mengetahui pengertian, faktor dan sanksi yang bisa timbul dari suspensi emiten atau saham ini. Baca penjabaran singkatnya berikut!

Ciri Saham Risiko Suspensi

Suspensi ini diatur dalam peraturan No. IIIG terkait suspensi dan pencabutan persetujuan keanggotaan bursa yang menjelaskan larangan sementara untuk melakukan perdagangan di bursa. 

Ada empat ciri yang bisa ditandai dari saham yang berisiko di-suspend. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Harga sahamnya cenderung sangat murah misalnya saja harga Rp100 per saham. Ketika terjadi kenaikan Rp80, harga akan mengalami lonjakan hingga 80% dari awal. Lonjakan yang terlalu drastis ini memicu suspensi.
  2. Kinerja perusahaan tersebut buruk, bahkan memiliki banyak utang.
  3. Aset dan kapitalisasi pasarnya cenderung kecil sehingga mudah terkena UMA.
  4. Sahamnya jarang sekali diperdagangkan sehingga tidak likuid atau dikenal sebagai saham tidur.

BEI akan melakukan evaluasi dan memberi kesempatan emiten untuk membela diri. BEI juga kadang memperpanjang suspensi emiten hingga waktu akhirnya dicabut keanggotaannya dari bursa atau delisting.

Baca Juga: Perbedaan Forex dan Saham, Mana yang Lebih Baik?

Sanksi dan Alasan Suspensi

Setelah diberi kesempatan ternyata tidak ada itikad baik, BEI mulai memberikan sanksi. Urutan sanksi dimulai dengan denda maksimal Rp500.000.000. Lalu, ada teguran tertulis, bahkan peringatan tertulis.

Ada pula larangan sementara untuk memperdagangkan sahamnya yang dikenal dengan saham suspend. Sanksi paling beratnya adalah pencabutan keanggotaan bursa atau delisting.

Alasan saham bisa di-suspend adalah adanya Unusual Market Activity (UMA). Itu artinya saham bisa melonjak maupun merosot jauh atau tajam dalam kurun waktu seminggu. Terlebih lagi, jika timbul indikasi rekayasa, keanggotaan sudah pasti segera dicabut.

Selain itu, adanya kesalahan pencatatan laporan keuangan sehingga timbul perbedaan antara pengumuman dari korporasi dengan kejadian sebenarnya. Perusahaan juga gagal membayar obligasi atau utangnya serta penyalahgunaan dana dari IPO.

Pelanggaran terakhir adalah indikasi menggoreng saham atau insider tradingSaham suspend memberikan perlindungan kepada investor dalam berinvestasi.

Baca Juga: 4 Aplikasi Jual Beli Saham yang Cocok Bagi Pemula

Faktor yang Memengaruhi Saham Suspend

Selain pelanggaran di atas ada beberapa faktor yang menyebabkan saham bisa di-suspend. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Keterlambatan dalam menyampaikan kewajibannya kepada BEI berupa pelaporan laporan keuangan, belum membayar biaya annual listing fee, hingga keterlambatan pembayaran denda.
  2. Ada kebijakan perusahaan yang tidak diungkapkan kepada publik, seperti merger maupun akuisisi. Kebijakan ini mampu memengaruhi harga saham sehingga nilainya bisa melonjak atau menurun tajam. Selain itu, kebijakan tersebut diambil tidak dengan tujuan yang jelas.
  3. Perusahaan tersebut mengalami masalah berkepanjangan, contohnya terlilit utang piutang, penggelapan dana, hingga aktivitas operasional yang tidak seharusnya.
  4. Saham mengalami auto reject yang mengindikasikan masalah tidak wajar ketika melakukan perdagangan saham.
  5. Adanya volatilitas harga yang tidak beraturan dan volume harian yang tidak wajar. Volume perdagangan saham tiba-tiba naik, padahal menurut riwayat perdagangan sebelumnya memiliki pola stagnan.
  6. Kapitalisasi pasar kecil sehingga mudah untuk dikendalikan dan terindikasi sebagai saham goreng.
  7. Perusahaan mengalami auto reject terlalu sering sehingga memiliki risiko besar jika membeli saham emiten tersebut.

Saham dengan pergerakan harga ekstrem akan dianalisis dan diawasi selama dua hari oleh Badan Bursa Efek Indonesia. Investor juga bisa mengeceknya dalam daftar perusahaan yang masuk ke UMA.

Daftar ini menjadi acuan investor untuk menghindari perusahaan yang bermasalah. Aturan auto reject sendiri adalah batasan kenaikan maksimum maupun penurunan minimum harga salam dalam 1 hari.

Kebijakan ini ditetapkan oleh BEI dan sesuai dengan arahan OJK. Pada masa pandemi, sejak 13 Maret 2020 jika ada harga saham kisaran Rp50-Rp200, saham tersebut akan mengalami auto reject.

Baca Juga: Trading Saham Modal Kecil, Rp 50 Ribu Sudah Bisa!

Contoh Kasus Saham Suspend

Saham PT. Harapan Duta Pertiwi, Tbk atau kode emiten HOPE di-suspend kedua kalinya pada 21 April 2022. Suspensi ini terjadi karena penguatan yang terjadi mencapai 180% mulai dari Rp85 menjadi Rp230 per sahamnya.

Saham suspend sebaiknya dihindari oleh investor karena dicurigai memiliki masalah. Tidak hanya dari kinerjanya, tetapi juga manipulasi pergerakan harga yang dimilikinya.

Sumber :

https://ajaib.co.id/pengertian-suspend-saham-dan-faktor-faktor-penyebabnya/

https://money.kompas.com/read/2021/11/09/165055726/apa-itu-suspensi-saham-berikut-pengertian-dan-faktor-penyebabnya?page=all

https://www.qoala.app/id/blog/keuangan/investasi/saham-suspend/